SMK NEGERI 1 PASIR PENYU

Jl. Jend. Sudirman Po. Box 38 Air Molek

TANGGUNG JAWAB - PEDULI - MENGHARGAI

GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Sabtu, 09 Juni 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 395 Kali

Membaca merupakan merupakan keterampilan berbahasa dan faktor yang penting dalam proses pembelajaran, karena dengan membaca peserta didik dapat memperoleh informasi. Membaca merupakan salah satu kegiatan dalam berliterasi. Literasi tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana peserta didik dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah.

Pada tingkat sekolah menengah (usia 15 tahun) pemahaman membaca peserta didik Indonesia (selain matematika dan sains) diuji oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD—Organization for Economic Cooperation and Development) dalam Programme for International Student Assessment (PISA). Hasil penelitian yang dilakukan oleh PISA pada tahun 2012 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-64 dari 65 negara yang turut bertasipasi dalam PISA dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 496). Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-62. Indonesia memperoleh skor 397 (skor rata-rata OECD 493). Pada penelitian tahun 2015 terdapat 70 negara yang turut berpartisipasi dalam PISA.

Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik angka melek huruf untuk golongan penduduk berumur 15-19 tahun pada tahun 2010 memiliki presentase sebesar 99.56%, tahun 2011 sebesar 98.61%, tahun 2012 sebesar 98.85%, tahun 2013 sebesar 99.42%, dan tahun 2014 99.67%. Capaian tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa Indonesia memiliki tingkat melek huruf yang tinggi. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini adalah masih rendahnya minat baca. Jika dibandingkan oleh hasil penelitian yang dilakukan OECD, Indonesia selalu menempati urutan paling bawah. Pada penelitian tahun 2015, posisi Indonesia dibawah Vietnam yang menempati urutan ke-8 dan Thailand yang menempati urutan ke-54. Hal ini menjadi persoalan yang cukup serius bagi bangsa Indonesia dalam hal membaca khususnya, karena membaca merupakan dasar untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan sikap peserta didik.

Permasalahan ini menuntut pemerintah untuk menciptakan strategi khusus untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan membaca peserta didik. Implementasi strategi tersebut yaitu dengan menciptakan Gerakan Literasi Sekolah yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Gerakan Literasi Sekolah ini mempunyai tujuan untuk membiasakan dan memotivasi peserta didik untuk mau membaca dan menulis guna menumbuhkan budi pekerti. Gerakan Literasi Sekolah memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015.

  1. TULISAN TERKAIT
...

H. SUKAT, SP, M.Si

Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apakah Jurusan Favorit Anda?

LIHAT HASIL